Sudah pernah mendengar tentang Program Kreativitas Mahasiswa?

Atau kamu sudah pernah mengikutinya?

Program Kreativitas Mahasiswa atau yang sering disebut dengan PKM ini selalu dinanti oleh banyak mahasiswa setiap tahunnya. Selain dapat mengembangkan ide kreativitas yang dimiliki, jika berhasil mendapatkan juara mereka akan memperoleh hadiah yang tidak sedikit dan ada juga beberapa kampus yang tidak memberlakukan tugas akhir bagi mereka yang mengikuti kegiatan ini. 

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sendiri sebenarnya diselenggarakan untuk membantu mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dari kegiatan ini pula mahasiswa diberikan peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap, tanggung jawab, serta membangun kerjasama tim maupun kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni. Sehingga nantinya mahasiswa bisa mempersiapkan diri ketika menjadi pemimpin yang cendekiawan atau menjadi wirausahawan mandiri dan arif di masa depan.

PKM

Pertama kali PKM dilaksanakan pada tahun 2001 setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditlitabmas Ditjen Dikti. Pada awalnya PKM ada lima macam kegiatan, namun beberapa kali ada perubahan, sampai akhirnya pada tahun 2019 total ada 8 jenis kegiatan yang ditawarkan dalam PKM yaitu PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T),  PKM-Karsa Cipta (PKM-KC), PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI), PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) dan PKM-Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK). Finalis dari masing-masing PKM ini nantinya akan dilombakan dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS).

PIMNAS adalah tahap terakhir dari pelaksanaan kegiatan PKM, disini mahasiswa diharuskan untuk mempresentasikan dan saling berkomunikasi melalui produk kreasi intelektual berskala nasional miliknya.

Jika kamu seorang mahasiswa dan ingin mengikuti kegiatan ini, kamu bisa bergabung pada lebih dari dua tim pengusul proposal PKM namun hanya dapat terlibat dalam dua judul proposal yang didanai saja (sebagai ketua dan anggota, atau keduanya sebagai anggota). Kemudian proposal tersebut nantinya akan dinilai oleh Tim Penilai Perguruan Tinggi Pengusul dan Tim Penilai Ditjen Belmawa (Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan).

Tim yang proposalnya lolos dari standar nilai yang sudah ditetapkan akan didanai oleh Ditjen Belmawa sehingga tim dapat segera melaksanakan kegiatannya. Untuk PKM pada tahun 2020 ini penilaian pelaksanaan akan dilakukan secara luring (fisik atau on-site) ataupun online. Setiap tim diminta untuk mempresentasikan kemajuan pelaksanaan PKM dan hasilnya nanti akan digunakan sebagai salah satu dasar penentuan peserta PIMNAS. Dan tak lupa juga tim wajib membuat laporan akhir dan artikel ilmiah kegiatan. Kedua laporan ini merupakan syarat untuk pencairan tahap akhir dana kegiatan dan menjadi salah satu komponen penilaian kelas di PIMNAS.

Program ini merupakan kesempatan bagi kamu untuk mengeluarkan sekaligus mengembangkan potensi yang kamu miliki. PKM ini bisa menjadi salah satu wadah kamu untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Bagaimana, tertarik untuk mengikutinya? 

Yuk baca selengkapnya di panduan Program Kreativitas Mahasiswa yang bisa kamu download langsung di http://bit.ly/downloadpanduanpkm2020.

Leave a Comment