Website-Mindset Entrepreneur

Entrepreneur/pengusaha adalah seseorang yang melakukan kegiatan wirausaha yang mampu memasarkan, mengembangkan serta mampu mengatur jalannya usaha tersebut agar dapat bertahan lama dan dapat terus mengeluarkan ide-ide serta inovasi terbaru sesuai perkembangan zaman. Seorang entrepreneur harus pintar mengatur pola pikirnya atau yang biasa disebut dengan mindset. Mindset untuk seorang entrepreneur harus ditanamkan sejak dini karena mindset merupakan salah satu hal penting bagi seorang entrepreneurship yang dapat membuatnya menjadi sukses.

Mindset awal yang harus dimiliki seorang entrepreneur adalah mempunyai pola pikir untuk hidup dengan niat. Banyak orang yang sembarangan dalam mencari pekerjaan dan membentuk hubungan tanpa rasa yang nyata tentang potensi atau apa yang diharapkan dengan hidup mereka. Jika seorang entrepreneur menginginkan kehidupan yang terbaik maka harus bertindak dengan niat yang pasti dan siap untuk mempertahankan usaha dan motivasinya dalam jangka panjang. Selain itu, harus percaya bahwa dengan memilki mindset awal seperti ini adalah untuk menghasilkan kehidupan yang lebih baik. Fokus saja pada apa yang perlu dilakukan sehingga dapat menciptakan realitas yang terbaik dan mulai hidup dengan bahagia dan sejahtera.

Todd Garland, pendiri BuySellAds mengatakan bahwa entrepreneur harus ulet dan mampu terus membangun apa yang diyakini adalah hal terbaik berikutnya. Hal-hal yang dibangun seringkali tidak berhasil namun pada akhirnya kerugian itu akan bertambah menjadi sebuah kemenangan dengan berdasarkan apa yang telah dipelajari. Todd sendiri berhasil menghasilkan $ 10 juta per tahun walaupun prosesnya harus memakan waktu tujuh tahun dengan penuh perjuangan, kesulitan dan hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Maka dari itu entrepreneur harus mempunyai mindset percaya pada diri sendiri dan pada bisnis yang dilakukan.

Kemudian mindset selanjutnya yaitu fokus pada kualitas daripada kuantitas. Dengan melakukan ini, wirausahawan akan tetap berkonsentrasi dalam menggunakan sumber daya secara bijak, sehingga dapat lebih mudah menjaga waktu, uang, mental serta fisiknya. Kualitas yang dimaksud disini adalah memastikan tugas atau tujuan sepenuhnya selesai dan mengarah pada hasil yang lebih baik. Misalnya, jika wirausahawan selektif mengenai siapa yang dipekerjakan maka akan mudah mendapatkan pekerja yang berkualitas dan cocok dengan bisnisnya. Berperilaku bijak terhadap proyek yang dilakukan dapat membuat lebih fokus pada bidang yang dimiliki sehingga akan membuat lebih berkembang dan unggul. Dengan demikian, entrepreneur bisa memiliki peluang yang lebih baik dalam membangun reputasi dan mendorong bisnis secara keseluruhan.

Lakukan hal yang paling sulit. Penting untuk seorang entrepreneur terbiasa dengan perasaan tidak nyaman karena tidak tahu apa yang akan dilakukan. Apakah itu berbicara diatas panggung, launching produk, menulis buku, ataupun hal lainnya yang membuat tidak nyaman. Belajarlah melakukan segalanya untuk yang pertama kalinya dan perlu diketahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melakukan sesuatu untuk pertama kalinya secara sempurna. Pendiri Baremetrics, Josh Pigford pernah mengatakan bahwa hal tersulit biasanya adalah hal yang harus dikejar, Ia merasa nyaman dan bahkan berkembang ketika tidak mengetahui apa yang akan dilakukannya.

Berikan nilai pada orang lain dan berhenti mementingkan diri sendiri. Pola pikir seperti ini juga harus diperhatikan bagi wirausahawan. Berlatihlah untuk benar-benar tertarik pada orang lain dan berhentilah fokus pada bagaimana orang bereaksi terhadap diri sendiri sehingga akan mengurangi sifat bereaksi yang berlebihan terhadap berbagai hal. Ketika wirausahawan fokus pada nilai yang akan diberikan kepada orang lain, maka lebih mudah melihat kebutuhan orang lain dengan lebih jelas.

Perubahan dalam bentuk apapun dimulai dari internal yakni dalam pikiran. Jika ingin mengubah hidup baik secara besar atau kecil, maka harus menyesuaikan pola pikir terlebih dahulu. Cara terbaik untuk melepaskan diri dari cara berpikir yang lama adalah dengan merubah perspektif pada situasi dan menjadi lebih inovatif.

Leave a Comment